Tampilkan postingan dengan label Know-How. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Know-How. Tampilkan semua postingan
0 com

Jelajah PSU

B. Setyo Ryanto

Kebanyakan pengguna PC lebih mementingkan penggunaan processor, video card, RAM, ataupun komponen lainnya yang digunakan pada sistemnya. Semua ingin menggunakan komponen yang berkualitas, namun untuk PSU sering terlupakan. PSU yang menjadi penyuplai tenaga untuk semua komponen PC juga sangat penting untuk diperhatikan.

Power supply sering dianggap menjadi bagian yang remeh dalam pemilihan komponen PC. Buktinya bisa ditanyakan langsung kepada penjual PC rakitan. Tidak jarang seseorang menginginkan PC yang hebat, dengan pilihan processor terkini, motherboard terhebat, dual video card, RAM gigabyte, dengan harddisk kapasitas ekstra tercepat. Semua dari merk ternama. Namun untuk pembelian power supply, hanya sekadar mengandalkan yang tersedia dari PC case. Atau mengetahui beban maksimal yang dapat ditangani.

Bahkan untuk membeli sebuah power supply seharga kisaran US$100 terkadang sudah menjadi pertimbangan sendiri. Padahal bagian terpenting yang menyuplai daya pada sistem Anda, mengambil peranan sangat penting. Kami ajak Anda untuk mengenalnya lebih dekat dan menjelajahi power supply. Semua ini mungkin berubah, setelah membaca pembahasan kali ini.

Apakah Power Supply Itu?

Pada dasarnya power supply termasuk dari bagian power conversion. Power conversion sendiri terdiri dari tiga macam: AC/DC Power Supply, DC/DC Converter, dan DC/AC Inverter. Power supply untuk PC sering juga disebut sebagai PSU (power supply unit).

PSU termasuk power conversion AC/DC. Fungsi utamanya mengubah listrik arus bolak-balik (AC) yang tersedia dari aliran listrik (di Indonesia, PLN). Menjadi arus listrik searah (DC) yang dibutuhkan oleh komponen pada PC.

Power supply diharapkan dapat melakukan fungsi-fungsi berikut ini:
  • Rectification: konversi input listrik AC menjadi DC.
  • Voltage Transformation: memberikan keluaran tegangan/voltage DC yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Filtering: menghasilkan arus listrik DC yang lebih “bersih”, bebas dari ripple ataupun noise listrik yang lain.
  • Regulation: mengendalikan tegangan keluaran agar tetap terjaga, tergantung pada tingkatan yang diinginkan, beban daya, dan perubahan kenaikan temperatur kerja juga toleransi perubahan tegangan daya input.
  • Isolation: memisahkan secara elektrik output yang dihasilkan dari sumber input.
  • Protection: mencegah lonjakan tegangan listrik (jika terjadi), sehingga tidak terjadi pada output, biasanya dengan tersedianya sekering untuk auto shutdown jika hal ini terjadi.
Idealnya, sebuah power supply dapat menghasilkan output yang bersih, dengan tegangan output yang konstan terjaga dengan tingkat toleransi dari tegangan input, beban daya, juga suhu kerja, dengan tingkat konversi efisiensi 100%.

Konversi AC ke DC

Untuk konversi dari listrik AC ke DC, ada dua metode yang mungkin digunakan. Pertama dengan linear power supply. Ini adalah rangkaian AC ke DC yang sangat sederhana.

Setelah listrik AC dari line input di-stepdown oleh transformer, kemudian dijadikan DC secara sederhana dengan rangkaian empat diode penyearah. Komponen tambahan lain adalah kapasitor untuk meratakan tegangan. Tambahan komponen yang mungkin disertakan adalah linear regulation, yang bertugas menjaga tegangan sesuai yang diinginkan, meski daya output yang dibutuhkan bertambah.

Linear power supply dapat Anda temukan pada DC power adapter sederhana. Ia memungkinkan untuk diproduksi dengan ongkos yang minimum. Kelemahan utamanya pada tingkat power conversion dengan efisiensi yang rendah. Berikutnya adalah dibutuhkannya ukuran transformer yang besar, untuk daya ampere yang besar. Tingkat efisiensi konversi yang rendah (sekitar 50%), juga menyebabkannya mengeluarkan panas yang besar saat beroperasi.


Contoh Linear Power Supply, dengan rangkaian yang lebih sederhana dibandingkan Switching Power Suplly.

Switching Power Supply

Power supply untuk PC membutuhkan daya besar, dengan tingkat panas yang minim dan tegangan yang lebih terjaga. Linear power supply tidak cocok untuk hal ini. Maka digunakan metode switching power supply. Jauh lebih kompleks, tapi menawarkan tingkat efisiensi dan daya lebih besar. Kelebihan utama pada kemampuan mengendalikan tegangan output agar tetap terjaga. Pulse Width Modulation (PWM) adalah sinyal utama yang memberikan perintah, untuk mengendalikan tegangan, sekiranya terjadi perubahan beban pada output. Ia dapat bekerja dalam selang waktu singkat, hanya dalam hitungan microsecond.

Secara sederhana, apa yang terjadi pada power supply adalah sebagai berikut. Input listrik AC 220V via rectifier (diubah ke DC), filter (membersihkan dari noise sumber listrik AC). Dimungkinkan juga ditambah dengan rangkaian PFC (power factor correction). Sejumlah kapasitor berkapasitas besar juga digunakan untuk lebih meratakan tegangan. Rangkaian kapasitor ini juga dihubungkan dengan field-effect transistor (biasanya oleh MOSFET).

Metal-oxide semiconductor field-effect transistor (MOSFET) terhubung secara serial dengan sisi input transformer berfungsi sebagai on-off switch. Ia akan mengomunikasikan (feedback) sekiranya terjadi perubahan daya yang dibutuhkan, berupa sinyal PWM.

Contohnya adalah sebagai berikut, sewaktu jalur 12V DC membutuhkan arus daya 6A saat PC dengan load normal. Saat bekerja full load, meningkat hingga 8A, ini akan menyebabkan tegangan output power supply turun. Feedback dikirim ke sirkuit PWM dengan adanya perubahan tegangan tersebut, yang akan membuat MOSFET berubah state menjadi on, dan menyampaikan pada sisi input transformer. Hasil akhirnya, dalam waktu singkat, tegangan output akan kembali normal (DC 12V).

Switching power supply memiliki frekuensi antara 30 kHz-150 kHz (bahkan lebih tinggi lagi). Selang waktu untuk mengembalikan ke tegangan yang diinginkan tidak akan lebih dari 33 microsecond. Sedangkan dengan linear power supply, menggunakan frekuensi yang sama dari line AC input (50 Hz untuk Indonesia).


Rangkaian dasar untuk Switching Power Supply.


Contoh sinyal PWM.

Dengan Upgrade Power Supply, Apakah Menambah Beban Daya dan Tagihan Listrik?

Banyak pengguna PC yang salah kaprah dalam melakukan perkiraan perhitungan daya listrik yang digunakan. Khususnya untuk hubungannya dengan power supply. Perlu digaris bawahi di sini adalah power supply tugasnya

adalah menyediakan catudaya yang dibutuhkan oleh system. Artinya, jika power supply yang digunakan memiliki supply daya 550 W, sedangkan komponen dalam system hanya membutuhkan catuan daya 350 W, maka daya yang dibutuhkan power supply hanya 350 W (dikalikan power factor).

Menggunakan power supply dengan kemampuan suplai daya yang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan daya sangat disarankan. Power supply yang bekerja (jauh) di bawah suplai daya maksimal dapat bekerja lebih maksimal, tanpa harus mengeluarkan panas yang berlebihan.

Untuk masalah daya yang dibutuhkan akan sangat berpengaruh dengan power factor. Makin rendah power factor, tingkat efisiensi dari power supply juga semakin rendah. Artinya akan butuh makin banyak input daya untuk menghasilkan daya yang sama, dibandingkan power supply yang memiliki power factor yang lebih baik. Karena dalam proses konversi AC ke DC menjadi lebih efektif, dan makin sedikit daya yang terbuang menjadi panas. Menggunakan power supply dengan tingkat efisiensi yang baik, jelas dapat mengurangi pengeluaran.

Berapa Besar Penghematan yang Didapat, Menggunakan Power Supply dengan Power Factor yang Tinggi?

Sebagian pengguna PC masih memikirkan mahalnya harga power supply yang sudah menggunakan PFC. PFC termasuk salah satu variabel yang memastikan sebuah power supply dengan tingkat power factor yang semakin efisien. Selisih antara power supply dengan PFC dan power supply non-PFC memang cukup tinggi. Selisih sekitar US$40, dan akan lebih terasa saat dikonversikan ke mata uang rupiah.

Namun jika memperhitungkan penghematan yang didapatkan, sebetulnya hal ini cukup masuk akal. Untuk lebih jelasnya akan kami ilustrasikan sebagai berikut:

Power supply A, rated 550 W dengan power factor 0,74. Artinya untuk dapat menghasilkan daya sebesar 450 W diperlukan daya input 608,10 W.

Katakanlah power supply B dengan PFC, rated 550 W dengan PFC. Efisisensi power factor 0,82. Untuk menghasilkan daya output sebesar 450 W, hanya akan memerlukan daya input 548,78W.
Sampai di sini, terlihat hanya perbedaan sekitar 60 W dan mungkin belum memiliki arti apapun.

Katakanlah penggunaan harian PC Anda akan beroperasi selama rata-rata 8 jam dalam sehari. Jadi dalam satu tahun power supply A akan membutuhkan daya sebesar 608,10x8x365=1.775.652 Wh atau setara dengan 1.776 kWh. Sedangkan, power supply B hanya akan membutuhkan 548,78x8x365=1.602.437,6 atau dibulatkan menjadi 1.603 kWh. Dalam setahun, kedua power supply tersebut memiliki selisih daya 173 kWh.

Sekarang dikonversi ke rupiah. Dengan tarif dasar listrik (TDL), katakanlah sekitar Rp500, maka penghematan 173 kWh berarti penghematan sebesar Rp86.500.

Jika asumsi umur teknis power supply sekitar 5 tahun, tidak kurang selisih penghematan biaya rekening listrik dapat mencapai Rp400 ribu. Jumlah nominal yang sama untuk mendapatkan power supply dengan PFC. Dengan keuntungan, komponen Anda mendapatkan catuan daya yang lebih baik, panas yang dihasilkan lebih minim dan seterusnya.

Perhitungan ini merupakan perhitungan kasar. Akan berbeda dengan jenis komponen yang digunakan, lama dan intensitas penggunaan dan beberapa faktor lain yang tidak dipertimbangkan di contoh ini.


Transformasi dari sumber AC, setelah melalui rectifier (penyearah) dan setelah diratakan.

Power Supply Berapa Watt? Seberapa Pentingkah Hal Ini?

Beberapa merk power supply memiliki standar yang berbeda untuk menyatakan hal ini. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah wattage untuk suhu kerja maksimum. Namun untuk informasi tersebut, sering tidak disampaikan produsennya.

Kebanyakan menyatakan wattage untuk suhu ruangan (±25°C). Ini hanya akan terjadi pada saat power supply baru mulai beroperasi. Ketika sudah beroperasi secara terus menerus, suhu akan meningkat (±40~50°C). Ini dapat menurunkan kemampuan wattage hingga 33-50%, tergantung komponen yang digunakannya.

Sebaiknya Anda tidak lagi semata-mata memperhati kemampuan wattage. Tapi lebih jeli lagi, melihat wattage untuk suhu kerja sesuai dalam penggunaan nantinya.

Berat Power Supply


Ada pendapat berat dari power supply akan mempengaruhi kualitasnya. Layaknya speaker, dikarenakan kemampuan magnet pada driver yang digunakan. Hal ini tidak tepat diberlakukan untuk power supply pada PC. Masih masuk akal untuk power supply DC adapter yang lain, dikarenakan masih ada korelasi dengan berat transformer (yang didominasi oleh gulungan tembaga), akhirnya menentukan besar kuat arus yang mampu ditangani.

Berat power supply memang didominasi transformer. Heatsink untuk mendinginkan utamanya transistor dan beberapa komponen panas yang lain juga mendominasi bagian dalam power supply. Tapi, heatsink terbuat dari bahan alumunium yang sangat ringan.

Sedangkan, yang sangat menentukan kualitas sebuah power supply lebih pada dua variabel ini. Desain dan pilihan penggunaan komponen di dalamnya. Keduanya memang secara tidak langsung akan memperngaruhi berat power supply secara keseluruhan. Namun, bukan seperti pernyataan di atas.

Desain yang berbeda membuat power supply akan menggunakan jenis dan jumlah komponen yang berbeda. Sebagai contoh transistor. Beratnya tidak akan lebih dari 1 gram, dengan ukuran standar. Perbedaan adalah spesifikasi dan merk transistor yang digunakan. Ini tentunya akan berpengaruh dengan harga. Transistor yang murah, dapat menjalankan fungsi sebagai (biasanya) switch, namun akan menghasilkan panas yang lebih banyak dibandingkan transistor high-quality. Akibatnya, transistor yang lebih panas membutuhkan pendinginan yang lebih baik agar dapat tetap bekerja dengan normal. Ini juga berlaku untuk diode ataupun IC power, gabungan dari keduanya. Komponen lain seperti kapasitor, resistor tidak akan memerlukan heatsink.

Seperti yang sudah disampaikan, panas juga menjadi masalah tersendiri pada power supply. Produsen tentunya akan selalu mencoba mencari komponen seefisien mungkin untuk mengoptimalkan ongkos produksi. Beberapa produsen mengambil alternatif dengan cara menggunakan komponen yang murah. Efek sampingnya, komponen ini akan lebih mudah panas. Solusinya dengan melepas panas yang dihasilkan secepatnya. Dengan luas penampang heatsink yang bertambah drastis, ataupun aliran udara ekstra. Ingat, ini bukan menghilangkan panas, hanya memindahkan panas secepatnya dari power supply.

Solusi tersebut lebih banyak digunakan, mengingat tambahan heatsink ataupun fan lebih ekonomis. Setidaknya dibandingkan menggunakan komponen yang lebih berkualitas dalam power supply. Tentunya ada beberapa efek samping. Noise fan bertambah untuk mengusir panas. Komponen murah juga memiliki kecenderungan hanya menghasilkan nilai efisiensi yang rendah, karena lebih banyak energi yang akan dilepas dalam bentuk panas.

Jadi ada beberapa petunjuk untuk menilai power supply secara sekilas, meski tidak 100% akurat. Jumlah fan pendingin yang banyak, bukan lagi pertanda bagus. Artinya banyak panas yang dihasilkan dan perlu ditanggulangi dengan fan tersebut.

Kabel yang digunakan di dalamnya juga dapat dijadikan acuan. Nomor kabel menentukan luas penampang atau diameter kabel yang digunakan (makin besar nomor, makin tipis/sempit), makin kecil semakin baik. Pada kabel untuk 24 pin power konektor biasanya digunakan kabel 16AWG, sedangkan kabel lain menggunakan minimal 18AWG.

Kualitas konektor di dalam molex juga perlu diperhatikan. Kebanyakan menggunakan bahan besi. Tapi, yang paling baik menggunakan bahan ataupun berlapis emas. Tentu saja gold-plated konektor akan sangat mahal, juga mengingat konektor pada kebanyakan motherboard juga masih berbahan metal, ini tidak akan memberikan peningkatan yang berarti.

Informasi Lebih Lanjut
Read more »
0 com

Jelajah Harddisk

B. Setyo Ryanto

Bayangkanlah, jika tidak tersedia harddisk pada PC Anda. Di mana Anda akan menyimpan data, kumpulan lagu MP3, melakukan editing video, dan seterusnya? Bagaimanakah sebenarnya harddisk bekerja?

Harddisk Drive (HDD) adalah salah satu perangkat media penyimpanan pada sistem PC. Termasuk dalam salah satu kategori permanen, meskipun di dalamnya kebanyakan juga terdapat bagian dari virtual memory, yang dimanfaatkan oleh sistem operasi.

Jika tidak ada harddisk, kemungkinan kita masih akan mengandalkan floppy disk. Baik untuk menyimpan data, juga menjalankan aplikasi, atau bahkan sistem operasi. Maka tidak mengherankan, jika harddisk termasuk dalam salah satu komponen terpenting untuk PC di jaman sekarang ini.

Jauh sebelum bentuk harddisk seperti sekarang ini, harddisk kali pertama ditemukan pada tahun 1950-an. Baru mulai dikenal oleh masyarakat lebih luas pada tahun 1956. International Business Machines (IBM)-lah yang memproduksinya secara masal, saat masih dengan sebutan RAMAC (Random Access Method of Accounting and Control), terdiri dari 50 keping plat berdiameter 24 inci, dan dimensi dengan pelindungnya yang kurang lebih seukuran kulkas besar.

Hukum Moore juga berlaku pada media penyimpanan, namun untuk harddisk agak sedikit berbeda. Kecenderungan dari lebih 50 tahun perkembangan harddisk, kapasitas harddisk akan bertambah 130% selama 18 bulan. Bahkan untuk periode tertentu, kapasitas harddisk meningkat 100% hanya dalam 9 bulan.

Selain kapasitas yang terus meningkat, boleh dibilang hanya sedikit peningkatan dalam teknologi harddisk. Sebagian besar hanya berkutat pada peningkatan kecepatan, dengan perbaikan interface yang digunakan.

Membedah Harddisk

Harddisk terdiri dari spindle yang merupakan pusat putaran satu atau lebih keping media penyimpan data. Spindle ini akan berputar dengan cepat. Untuk itu, digunakan high quality bearing. Pada harddisk terdahulu masih mengandalkan ball bearing, namun untuk harddisk terkini sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing, gaya friksi yang terjadi semakin minim, begitu juga dengan tingkat kebisingan yang semakin minim.

Keping atau disk inilah yang menyimpan data secara digital, pada permukaan magnetiknya. Proses read ataupun write dilakukan oleh read-write head, saat keping berputar dengan kecepatan tinggi. Read-write head ini melayang dengan jarak yang sangat tipis dengan magnetik medium (biasanya berupa lapisan film). Mengubah kutub magnetik secara mikroskospik, sesuai dengan data informasi yang ditulis. Untuk proses read, sebuah sensor magnetik membaca magnetic flux dari lokasi tersebut. Dari read sensor ini, informasi kembali diterjemahkan menjadi digital, 0 dan 1.

Setiap keping atau disk akan memiliki satu head. Jika jumlah keping lebih dari satu, maka otomatis jumlah head akan disesuaikan. Hal ini dikarenakan pergerakan head hanya radial, sesuai dengan spindle. Head tidak akan bergerak naik turun antar disk.

Pergerakan rotasi spindle, proses read dan write ataupun aktivitas harddisk yang lain, dikendalikan secara lokal oleh disk controller. Ialah yang menentukan efisiensi pelaksanaan proses read dan write. Pengembangan firmware terkini untuk harddisk controller, memungkinkannya lebih efisien lagi. Sekaligus memungkinkannya melakukan remapping disk sector yang gagal beroperasi. Itu sebabnya, pada harddisk terbaru, tidak lagi ditemukan bad sector.

Self-monitoring, analysis, and reporting technology (S.M.A.R.T.) juga merupakan sebuah fitur penting pada harddisk. SMART dikirimkan ke motherboard, untuk memberi peringatan dini kepada penggunanya, jika terjadi malfunction yang memungkinkan terjadinya kerusakan data.


Jika penutup harddisk dibuka, terlihat read-write arm dan electromagnets motor.

Enclosures atau Lapisan Pembungkus


Harddisk yang kita lihat secara kasat mata adalah lapisan pembungkusnya (enclosures). Tugas utamanya adalah memastikan perangkat internalnya terhindar dari debu, kelembaban, dan faktor eksternal lain yang memungkinkan kerusakan data.

Read-write head pada harddisk bergerak hanya dengan jarak satuan nanometer, di atas permukaan kepingan disk. Bayangkan jika harddisk tidak dilengkapi enclosures. Jarak setipis ini dapat berubah, hanya karena tekanan udara akibat hembusan udara, debu, sidik jari, dan seterusnya.

Jika melihat pada spesifikasi sebuah harddisk, terlihat juga range operasional untuk ketinggian dari permukaan air. Intinya, tekanan udara di sekitar harddisk. Hal ini akan berpengaruh pada tekanan di dalam pembungkus harddisk. Enclosure pada harddsik ini memang sengaja tidak dibuat kedap tekanan udara, dikarenakan adanya breath filter, yang fungsi utamanya melepaskan udara panas dari dalam enclosure.

Jika tekanan udara terlalu rendah, menyebabkan jarak antara head dan kepingan data terlalu dekat. Ada kemungkinan head dan lapisan kepingan data bergesekan, yang dapat menimbulkan hilangnya data.

Tingkat kelembaban yang tinggi juga memicu percepatan kerusakan akibat korosi pada harddisk, khususnya pada kepingan data dan head. Pada harddisk dengan teknologi CSS (Contact Start/Stop), head akan memarkir dirinya pada keping data, saat idle. Dengan tingkat kelembaban yang tinggi, korosi antar head dan disk makin tinggi risikonya.
Kapasitas dan Keunggulan Harddisk

Dengan disk dan enclosure yang jauh lebih kokoh dibandingkan media penyimpanan lainya, harddisk memungkinkan mempunyai daya tahan yang lebih tinggi. Kapasitas yang jauh lebih besar, dengan kecepatan transfer data yang jauh lebih cepat. Sekarang, tidak jarang kita mendengar harddisk dengan kapasitas hingga 500 GB, dan kecepatan spindel hingga 10.000 rpm. Ini dapat menghasilkan sequential transfer speed hinggal 80 MB/s. Sedangkan untuk harddisk notebook, sudah mulai tersedia dengan 7.200 rpm untuk high performance. Itulah keunggulan utama harddisk, dibanding media penyimpanan lainnya.

Teknologi Plat pada Harddisk

Sebetulnya, plat disk di dalam harddisk terbuat dari materi non-magnetic. Bahan yang banyak digunakan adalah kaca (Si-Ge) atau aluminium. Kemudian dilapisi dengan lapisan magnetik material yang tipis.

Harddisk-harddisk terdahulu menggunakan bahan lapisan magnetic iron(III) oxide. Sedangkan untuk harddisk sekarang sudah menggunakan material campuran antara cobalt dan aluminium. Ini lebih memperkecil risiko korosi, dan membuatnya lebih reliable.

Lapisan magnetik pada lempengan harddisk, terbagi menjadi bagian-bagian region yang sangat kecil. Masing-masing region mewakili 1 binary unit dari informasi data yang tertulis. Di dalam magnetic region, terdapat butiran-butiran magnetik, yang masing-masing memiliki kutub sendiri. Saat data sudah tertulis, diharapkan gabungan medan magnet dari butiran magnetik ini akan menghasilkan kutub tertentu. Setiap magnetic region akan memiliki medan magnet dengan kutub magnet tertentu, sesuai dengan datanya.

Proses encoding data, dengan membaca perubahan kutub magnet, dari satu magnetic region ke region lain. Jika ada perubahan (reverse) antar region dan reverse lain pada region berikutnya, akan dianggap sebagai ‘1’. Jika tidak ada perubahan (no reverse) kemudian terjadi perubahan pada region berikutnya (reverse), dianggap sebagai ‘0’. Tugas read head-lah yang membaca perubahan fluktuasi magnetik pada region.

Pada harddisk terdahulu, read head berupa sebuah induktor berukuran sangat kecil. Dilengkapi dengan material paramagnetic, untuk memperkuat sensitivitasnya. Ketika melalu perbatasan region magnetic, read head akan mengalami magnetic flux. Oleh induktor, flux ini akan diubah menjadi aliran listrik.

Pada harddisk terbaru, sudah tidak lagi menggunakan induktor, namun memanfaatkan Giant Magnetoresistive effect, yang merupakan sebuah terobosan dalam quantum mekanik. Membuat read head lebih sensitif lagi, juga menjaga reabilitas data.

Mengapa Menggunakan Butiran Magnetik?

Salah satu tujuan utama digunakannya magnetic grains (butiran magnetik) adalah penyusutan ruang yang dibutuhkan, dibandingkan menggunakan medium continuous magnetic. Dengan butiran magnetik, jarak transisi antar magnetic region dapat dibuat lebih minim. Semakin kecil butiran magnetik yang digunakan, semakin kecil pula jarak transisi antar region.

Access dan Interfaces

Selama sejarah harddisk yang cukup panjang, ia menggunakan banyak sekali jenis interface. Saat digunakannya interface ST-506, masih menggunakan data encoding dengan metoda Modified Frequency Modulation (MFM). Sebuah encoding data yang juga digunakan pada floppy disk. Data transfer rate yang mampu dihasilkan dengan interface ini adalah 5 Mbps (Mega bit per second). Kemudian sedikit meningkat dengan digunakannya metoda encoding 2,7 RLL, hingga mencapai angka data transfer rate sebesar 7,5 Mbps.

Pada Enhanced Small Disk Interface (ESDI), mendukung penggunaan multiple data rates. Secara otomatis harddisk dan controller akan menyesuaikan, sesuai dengan perangkat yang terpasang. Data transfer rate yang mampu dihasilkan adalah 10, 15 dan 20 Mbps.

Awalnya, pada SCSI tersedia satu kecepatan transfer rate, yaitu 5 Mbps. Kemudian interface yang satu ini meningkat drastis. Pada perangkat ber-interface ini, tidak ada batasan. Digunakannya buffer, baik pada SCSI bus controller atau juga pada drive sendiri, memungkinkan hal ini.

ATA drive memiliki kelebihan pada controller yang terintegrasi. Awalnya membuat sedikit masalah dengan kompatibilitas. Terlebih dalam konfigurasi master/slave, di mana dua drive terhubung dengan satu kabel data. Masalah ini terselesaikan di tahun 1990-an, ketika spesifi kasi ATA mulai distandardisasi. Meskipun masih ada sedikit masalah, ketika menggabungkan perangkat DMA (direct memory access) dan non-DMA.

Serial ATA menghilangkan konfigurasi master dan slave. Setiap drive dilayani oleh satu channel I/O eksklusif, dengan satu kabel data.

Alternatif penggunaan FireWire/IEEE 1394 dan USB(1.0/2.0) juga mulai dikenal belakagan ini. Sebenarnya, di dalam perangkatnya adalah sebuah ATA ataupun SATA drive, yang ditambahkan dengan adapter interface untuk USB atau FireWire. Selain dapat digunakan secara eksternal, alternatif ini juga digunakan karena kemudahannya. Tidak perlu menambahkan port ataupun harddisk controller card, sekiranya jumlah port controller yang tersedia tidak lagi mencukupi.

Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology

Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology, atau disingkat S.M.A.R.T., adalah sistem monitoring harddisk. Dengan SMART, harddisk mampu mendeteksi dan melaporkan berbagai indikator yang terkait dengan reabilitas data, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya kerusakan.

Fungsi SMART

Pada dasarnya, harddisk dapat mengalami gagal fungsi berdasarkan dua pembagian kelas, yaitu:
  • Kegagalan yang dapat diprediksi. Seperti umur mekanis, seiring lamanya penggunaan. System monitoring SMART dapat mendeteksi hal seperti ini. Harddisk dapat memberikan status, sebelum mengalami malfunction.
  • Kegagalan yang tidak dapat diprediksi. Kerusakan seperti ini, disebabkan misalnya kerusakan komponen electronik, akibat terbakar, ataupun kerusakan fisik lainnya.
Berdasarkan data yang ada, 60% kerusakan harddisk sebenarnya dapat diprediksi waktunya. Dan ini kebanyakan disebabkan umur mekanis. SMART dapat memperingatkan penggunanya sebelum hal itu terjadi, dan memberikan kesempatan untuk melakukan tindakan preventif yang diperlukan, seperti mem-backup data.

Standar dan Implementasi

SMART dipelopori oleh Compaq. Namun hampir semua produsen harddisk dan motherboard, sudah menggunakannya. Biasanya, motherboard akan menampilkan pesan pada BIOS POST report.

Meskipun demikian, masih ada beberapa masalah kompatibilitas untuk SMART. Beberapa produsen harddisk terkadang menyebut produknya SMART compatible, namun terkadang tidak untuk semua fungsi reporting yang ada pada SMART. Katakanlah dengan tidak menyertakan temperatur sensor, yang kemungkinan oleh pengguna nya diharapkan mengacu pada SMART compatible. Temperatur harddisk adalah salah satu faktor penting, yang juga akan mempengaruhi reabilitasnya.

Fasilitas baik pada motherboard juga software SMART monitoring, belum tentu mampu melaporkan semua atribut SMART. Hal ini bisa disebabkan karena keterbatasan interface yang digunakan. Katakanlah saat menggunakan harddisk eksternal, dengan interface USB ataupun FireWire. Hal yang sama juga dapat terjadi pada harddisk dengan konfi gurasi RAID mirroring. Terlebih software monitor RAID yang bekerja di dalam lingkungan sistem operasi. Hal ini dikarenakan sistem operasi tidak dimungkinkan untuk melihat harddisk secara individual, di balik konfigurasi RAID.

Attributes SMART

Jika dalam kondisi ideal, baik harddisk yang digunakan, interface yang digunakan harddisk, motherboard, dan software SMART monitor yang digunakan, akan cukup banyak informasi attribute yang dapat ditampilkan.

Masing-masing attribute akan mencantumkan nilai antara 1 sampai 253. Nilai terkecil (1) menyatakan nilai atau kondisi terburuk. Sedangkan nilai tertinggi (253) menyatakan kondisi terbaik. Tiap produsen memiliki batasan yang berbeda untuk menentukan kondisi normal. Biasanya harddisk masih dinyatakan dalam kondisi normal, jika nilai attribute-nya tidak kurang dari 100. Jika ini masih dirasakan merepotkan, Anda cukup melihat hasil kesimpulan pada penilaian Fitness dan Performance.


Contoh infromasi SMART yang ditampilkan oleh SpeedFan 4.29.

Perpendicular Recording

Kebutuhan storage berupa harddisk tidak saja digunakan pada PC. Beberapa consumer electronic juga membutuhkan harddisk. Contohnya, Portable multimedia player berlomba menawarkan kapasitas yang lebih besar, ataupun sebuah mobile phone yang mendukung multimedia.

Jika pada PC, harddisk dituntut memiliki kapasitas yang terus lebih besar, maka pada consumer electronic dituntut ukuran fisik yang mengecil. Ini memicu perkembangan teknologi yang digunakan harddisk. Solusi teknologi yang digunakan adalah perpendicular recording.

Mengapa Perpendicular Recording Diperlukan?

Harddisk menyimpan data pada lempengan magnetik. Hal inilah merupakan tantangan utama bagi para produsen harddisk, yakni mendesain media penyimpanan magnetik yang reliable.

Di mana ukuran magnetic region, akan berbanding lurus dengan energi yang dibutuhkan untuk demagnetized. Semakin besar ukuran magnetic region, data semakin stabil. Ini tentu saja sangat terbalik dengan kebutuhan media penyimpanan, yang mendambakan kapasitas yang besar, tanpa ukuran dimensi yang bertambah besar. Ataupun ukuran fisik yang semakin kecil dengan data yang besar.

Ada batasan minimum sebuah magnetic region akan tetap stabil dalam suhu ruangan. Jika lebih kecil dari batasan minimum tersebut, maka magnetic region tersebut akan dengan mudah berubah kutub magnetnya secara acak.

Perpendicular recording adalah alternatif yang digunakan, karena teknik ini tidak memperkecil ukuran magnetic region. Hanya mengubah orientasi tata letak, agar lebih efisien menggunakan tempat yang terbatas. Hal ini yang tidak dapat dicapai dengan mengandalkan longitudinal recording, seperti yang digunakan pada harddisk selama ini.


Perbandingan cara kerja longitudinal recording (standard) dengan perpendicular recording.

Bagaimana Cara Kerja Perpendicular Recording?

Perpendicular recording mengubah arah bit orientasi kutub pada elemen magnetic. Dibandingkan longitudinal (standar) recording, arah kutub magnetik sejajar dengan plat pada disk. Sedangkan pada perpendicular recording, kutub magnet mengarah tegak lurus dengan plat. Lebih jelasnya, dapat melihat pada gambar ilustrasi.

Dengan mengatur kutub region magnetic secara perpendicular (tegak lurus) dari permukaan media, membuat jarak antar region semakin dekat. Secara tidak langsung juga memperbanyak kapasitas data, dalam sebuah luas permukaan yang sama.

Untuk mengaplikasikan metode ini, diperlukan sebuah lapisan tambahan. Material yang digunakan pada lapisan tambahan ini, berguna untuk mengatur arah orientasi kutub magnet. Lapisan ini terletak di antara kepingan plat, dan lapisan magnetik film.

Dengan menggunakan metode perpendicular recording, memungkinkan digunakannya bahan material magnetik, dengan tingkat koefisiensi magnetik (coercivity) yang lebih tinggi. Artinya, dibutuhkan medan magnetik yang lebih besar, untuk dapat mengubah medan magnet yang ada. Atau pendek kata lebih stabil. Ini memungkinkan penggunakan material dengan magnetic grain, yang membutuhkan region magnetic yang jauh lebih kecil lagi. Sehingga secara keseluruhan, perpendicular recording akan semakin meningkatkan tingkat kepadatan data, pada tiap kepingan yang digunakannya.

Penggunaan Perpendicular Recording.

Toshiba adalah produsen pertama yang memproduksi harddisk perpendicular recording dengan form factor 1,8 inci, pada tahun 2005 yang lalu. Sayangnya, produk ini mengalami masalah dalam hal kestabilan dan reabilitas data.

Pada Januari 2006, Seagate memproduksi harddisik dengan teknologi ini, ditujukan untuk notebook dengan form factor 2,5 inci. Seagate Momentus 5400.3 adalah produk pertamanya. Berawal dari sini, Seagate mencanangkan akan menerapkan penggunaan teknologi ini, pada kebanyakan produk harddisk selanjutnya. Tentu saja, langkah ini kemudian diikuti oleh produsen harddisk yang lainnya.

Seagate mulai memperkenalkan harddisk 3,5 inci dengan perpendicular recording, pada April 2006. Diawali dengan Cheetah 15K.5 berkapasitas 300 GB, dengan kecepatan spindle 15.000 rpm untuk interface SCSI. Harddisk ini diklaim memiliki peningkatan kinerja hingga 30%, dibanding seri Cheetah sebelumnya. Untuk interface ATA, Seagate memulai dengan Barracuda 7200.10. Harddisk dengan form factor 3,5 inci, dengan kapasitas maksimal 750 GB.

Toshiba juga menggunakan perpendicular recording untuk harddisk 2,5 inci, berkapasitas 200 GB. Produk ini diumumkan pada Juni 2006, namun baru akan tersedia di pasar pada Agustus 2006. Ini akan memberikan kesempatan pada pengguna notebook, untuk menggunakan harddisk dengan kapasitas 200 GB.

Fujitsu menginformasikan akan mulai menggunakan teknologi perpendicular recording pada Agustus 2006, dimulai dengan harddisk 2,5 inci, dengan interface SATA, berkapasitas 160 GB. Hitachi akan menerapkannya pada Microdrive berkapasitas 20 GB, dan 1 TB untuk harddisk 3,5 inci.

Informasi Lebih Lanjut
Sumber
Read more »
0 com

Penakluk Panas Pada PC

B. Setyo Ryanto

Dengan pendinginan yang memadai, akan lebih menjamin sistem PC Anda akan bekerja sebagaimana mestinya, memperpanjang umur komponen-komponennya.

Untuk PC, urusan cooling tidak sesederhana yang dibayangkan kebanyakan penggunanya. Cukup banyak komponen dan variabel yang akan mempengaruhinya.

Suhu ruangan termasuk salah satunya. Termasuk juga tingkat kelembaban dan aliran udara di sekitar PC. Itu sebabnya ada sebagian pendapat yang beranggapan untuk sebaiknya meletakkan PC di dalam ruangan ber-AC. Ini bukanlah hal yang mutlak. Hanya saja tingkat kelembaban di negara tropis, ditambah suhu rata-rata yang relatif panas dibandingkan di luar area tropis, menyebabkan ruangan ber-AC memiliki keuntungan tingkat kelembaban yang lebih terjaga.

Dengan pendinginan yang memadai, akan lebih menjamin sistem PC Anda akan bekerja sebagaimana mestinya, sekaligus kemungkinan memperpanjang umur komponen-komponennya. Ada beberapa sumber panas utama pada PC. Penggunaan monitor CRT yang terus menyala, dan PC case.

Namun, pada pembahasan kali ini akan lebih menitikberatkan pembahasan pada PC case beserta komponen di dalamnya. PC case menghasilkan panas karena beberapa komponen di dalamnya. Utamanya berasal dari CPU, video card dan harddisk, juga PSU. Drive optic yang beroperasi dengan kecepatan maksimum dalam waktu yang lama juga akan menghasilkan panas. Tidak semua akan dibahas secara lengkap pada kesempatan kali ini. Namun beberapa bagian penting, perlu Anda simak.

PC case dengan bahan acrylic memang memiliki nilai estetika yang tinggi, namun ternyata memiliki konsekuensi tersendiri.

PC Case

Pemilihan PC case akan mengambil peranan yang cukup penting. Dimulai dari ukurannya. Dimensi dari sebuah PC case jelas akan mempengaruhi volume yang mampu di tampungnya. Ini biasanya akan disesuaikan sesuai dengan form factor motherboard yang digunakan. Termasuk jumlah volume udara yang memungkinkan untuk disirkulasikan.

Selain itu, untuk PC case yang berbahan metal, permukaannya juga akan berfungsi untuk melepas panas (heat dissapation) dari dalam case. Semakin besar dimensi PC Case, maka akan semakin luas permukaan untuk melepaskan panas. Hal ini tentunya sedikit berbeda untuk PC case berbahan acrylic. Bahan metal memiliki kemampuan mentransfer panas lebih baik, dibandingkan acrylic. Sedangkan alumunium, memiliki kemampuan transfer panas yang paling baik dibandingkan dua bahan tadi. Sedangkan untuk perbandingan keindahan, relatif lebih menarik dengan menggunakan acrylic. Untuk harga, kebanyakan PC case berbahan alumunium akan memiliki harga penawaran yang paling mahal. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel.

Tabel: Perbandingan case berdasarkan bahan dasar yang digunakan.

Airflow

Kebanyakan PC case juga menyediakan fan atau setidaknya tempat untuk fan tambahan. Idealnya ia akan dilengkapi fan di bagian depan, dan belakang (di bawah PSU). Contoh tersebut, dengan asumsi pada fan dengan formfactor ATX tower. Akan lebih ideal jika memungkinkan untuk memasang fan dengan diameter hingga 120 mm. Fan dengan diameter besar memberikan keuntungan pada tingkat kebisingan yang lebih minim. Selain debit volume udara yang dipindahkan akan lebih besar dibandingkan kipas berdiameter lebih kecil, jika dibandingkan kipas berdiameter lebih kecil dengan kecepatan putar (rpm) yang sama.

Fan di bagian depan, sebaiknya difungsikan untuk memasukan udara dingin. Dengan mengarahkan aliran udara ke dalam case, ada kemungkinan debu dari luar case masuk melalui sirkulasi ini. Ada baiknya untuk memasang sebuah filter untuk mencegah hal tersebut. Sedangkan bagian fan belakang (di bawah PSU) difungsikan untuk menarik udara panas dari dalam case. Untuk ini tidak memerlukan penggunaan air filter. Letak fan yang menarik udara keluar memang lebih menguntungkan jika terletak lebih atas, dibanding fan untuk memasukkan udara dingin. Di sini memanfaatkan sifat udara panas yang lebih ringan, dan akan berkumpul di bagian atas pada ruangan tertutup.

Tambahan penempatan kipas pada bagian atas, samping juga mungkin tersedia pada PC case. Ini akan disesuaikan dengan konsep aliran udara yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan pada pembahasan selanjutnya adalah lebih memperhatikan debit volume udara yang dapat dipindahkan (maximum air flow). Biasa dinyatakan dalam satuan CFM (cubic feet per minute). Tidak perlu terpaku memperhatikan jumlah fan yang terpasang. Alasan utamanya adalah, jumlah fan tidak selalu mengacu pada jumlah debit volume udara yang mampu dipindahkan. Ukuran diameter fan, desain fin, putaran kipas adalah beberapa faktor yang akan mempengaruhi kemampuan fan.

Negative-pressure

Yang dimaksud negative pressure system adalah, di mana pada PC case terpasang kipas yang mengarah ke dalam memiliki total debit yang lebih kecil dibandingkan kipas yang menghisap udara dari dalam casing ke luar. Singkatnya akan lebih mudah:
CFM in <>

Bagaimana cara menghitungnya? Perhatikan spesifikasi fan yang digunakan. Biasanya disertai debit volume udara yang mampu dipindahkan setiap satuan waktu, biasanya dalam satuan CFM. Jumlahkan total CFM untuk kipas yang menghisap udara dari luar (CFM in). Bandingkan dengan jumlah total CFM untuk kipas yang menghisap udara dari dalam PC case keluar (CFM out). Perlu diingat, pemasangan filter sedikit banyak akan mempengaruhi (mengurangi) debit udara yang mampu dipindahkan. Juga spesifikasi yang ada memang tidak dapat dijadikan patokan 100% akurat.

Menggunakan metode ini, kekosongan udara yang ada di dalam PC case akan memaksa udara dari luar masuk. Selain dari lubang fan, juga dari celah-celah yang ada pada PC case.

Keuntungannya secara kinerja, metoda ini lebih menguntungkan dibandingkan positive-pressure. Kekosongan udara di dalam PC case cenderung dalam besaran yang stabil. Udara yang mengalir pun akan lebih merata, tidak semata-mata mengikuti arah dorongan dari putaran kipas. Sehingga lebih memastikan aliran udara di dalam casing. Kerugiannya, udara kotor mungkin masuk tidak terfilter, sehingga perlu diperhatikan jika terjadi tumpukan debu di dalam.


Contoh penerapan negative pressure.

Positive-pressure

Kebalikan dari yang sebelumnya, positive pressure system terjadi dimana pada PC case terpasang kipas yang mengarah ke dalam dengan total debit yang lebih besar dibandingkan kipas yang menghisap udara dari dalam casing ke luar. Atau secara singkat dapat dinyatakan:
CFM in > CFM out

Fan menghisap udara dari luar, untuk didorongkan. Aliran udara di ruangan yang sempit tersebut akan lebih terpengaruh dengan dorongan udara dari fan.

Diperlukan penataan pemasangan fan yang lebih akurat untuk menerapkannya. Semisal, fan bagian depan langsung mendorong angin ke arah dalam sekaligus mendinginkan harddisk, ataupun fan samping yang juga mendorong angin luar ke arah CPU. Jika tidak tepat, udara dingin tidak tepat ke sasaran (CPU, video card, dan harddisk), akibatnya pendinginan tidak optimal.

Biasanya, untuk melakukan teknik ini juga akan diperlukan fan in lebih dari satu. Sebaiknya memasang filter di setiap fan in.

Keuntungannya, jika posisi fan pada casing memungkinkan untuk optimal tepat sasaran, ia akan memberikan pendinginan yang lebih optimal. Namun untuk hal ini, diperlukan PC case yang sempurna atau perlu dilakukan modding. CPU, VGA dan HDD adalah perangkat utama yang dituju. Kerugiannya adalah perlunya pemasangan filter, jika tidak debu yang terhisap dapat lebih banyak lagi. Kinerja pendinginan ini juga akan sangat dipengaruhi keadaan filter. Semakin kotor filter, CFM in berkurang, sehingga mempengaruhi kinerja pendinginannya. Udara terjebak dalam PC case, juga menjadi kelemahan metode ini. Intinya, diperlukan sebuah PC case dengan desain yang optimal atau keterampilan modding untuk mengoptimalkan metode ini.

Contoh penerapan positive pressure.

Active heatsink menggunakan prinsip dasar dari passive heatsink, dengan penambahan digunakannya fan untuk mendorong udara pada heatsink.

Heatpipe digunakan untuk mendapatkan transfer panas yang lebih baik, untuk kemudian didinginkan memanfaatkan fin.

Penerapan pada PC Case

Seperti yang disampaikan, ada beberapa faktor yang akan menentukan hasil akhir kedua metode tersebut. Jika Anda berniat memperbaiki airflow di dalam PC case, ada baiknya membuat perbandingan sederhana.

Dengan gambaran sebelumnya, dapat disimpulkan metode yang digunakan selama ini. Lihat suhu untuk masing-masing komponen. Lalu, jika Anda mengambil keputusan untuk merubahnya, bandingkan keadaan sesudah dengan metode baru. Akan terlihat perubahan airflow secara keseluruhan, maupun suhu komponen-komponen utama.

Ragam Cooling Device

Untuk mendinginkan komponen-komponen tersebut diperlukan pendinginan tambahan ekstra. Khususnya untuk komponen berikut ini, CPU, video card, dan chipset. Khusus untuk video card dan chipset motherboard, tergantung pada chipset yang digunakan.

Komponen pada PC kebanyakan memiliki batasan suhu kerja, sesuai dengan spesifikasi produk. Komponen yang bekerja di atas batas suhu kerja (overheat) akan meningkatkan resiko kerusakan, selain memperpendek umur teknis, atau sekedar mengalami gangguan kestabilan untuk keseluruhan sistem. Heatsink digunakan untuk tujuan utama memperluas permukaan untuk melepas panas. Dibantu dengan kipas, untuk meningkatkan aliran udara pertukaran panas yang dilepaskan oleh heatsink. Gabungan heatsink dan fan (HSF) inilah yang banyak digunakan pada PC.

Sistem pendinginan pun memiliki teknik yang beragam. Beberapa di antaranya akan dibahas lebih mendalam berikut ini.

Air Cooling

Metoda pendinginan dengan mengalirkan udara dingin (air cooling) ke komponen, adalah yang paling banyak digunakan. Penggunaan fan adalah kunci utama memindahkan udara dingin ke arah yang diinginkan. Ini ditemukan pada CPU fan, GPU (video card), chipset, PSU, HDD, juga PCI slot. Ukuran diameter fan yang digunakan juga variatif, mulai dari 60, 80, 92, dan 120 mm.

Passive heatsink adalah salah satu metoda pendinginan, dengan komponen utama bahan metal dengan bentuk bertujuan memperluas permukaan. Pilihan bentuk sirip yang tipis (fin) juga mulai banyak digunakan. Memungkinkan memperluas permukaan secara drastis, ditambah tipisnya logam membuat ia tidak menyimpan panas. Digunakannya metal, dikarenakan material ini memiliki konduksi panas yang lebih baik dibandingkan udara. Alumunium adalah salah satunya.

Efektivitas heatsink dalam mendinginkan komponen dapat menurun, dikarenakan debu yang menempel di permukaannya. Ini akan membuatnya lebih lambat saat melepas panas. Di situlah pentingnya memperhatikan kebersihan heatsink.

Active heatsink menggunakan prinsip dasar dari passive heatsink, dengan penambahan digunakannya fan untuk mendorong udara pada heatsink. Keberadaan fan pada active heatsink menyebabkan ia juga sering dikenal dengan sebutan heatsink fan (HSF). Bertambahnya aliran udara dari fan membuat proses pelepasan panas dari permukaan
heatsink lebih cepat.

Heatpipe

Penggunaan heatpipe berupa sebuah tabung berisi liquid/cairan yang bertugas menghantarkan panas. Dibandingkan dengan solid material metal pada heatsink, transfer panas dapat jauh lebih baik dilakukan oleh heatpipe.


Ilustrasi pergerakan dari ujung suhu panas ke ujung suhu dingin pada heat pipe.


Aplikasi peltier, memerlukan peralatan pendingin pendukung dan seal, untuk mencegah terjadinya kondensasi. Water cooling biasanya menjadi pilihan pendingin pendukung ideal untuk peltier.

Penggunaan heatpipe selain pada desktop PC juga digunakan pada notebook ataupun small form factor PC yang lain. Dimungkinkannya membuat cooling device yang ringkas menggunakan heatsink, membuatnya memiliki keuntungan yang dibutuhkan.

Tabung biasanya terbuat dari materi metal yang memiliki kemampuan thermal konduktif. Di dalamnya terdapat cairan coolant, biasanya terbuat dari tiga bahan dasar air, ethanol, dan mercury.

Pada ujung yang panas, cairan ini akan menguap berubah menjadi gas. Kemudian akan bergerak ke ujung yang dingin, hingga mengalami kondensasi dan berubah menjadi cair kembali. Ini sebabnya, heatpipe sangat tergantung pada perbedaan suhu antara ujung yang panas dengan ujung yang dingin.

Pergerakan cairan dan uap panas di dalamnya hampir sama sekali tidak dipengaruhi gravitasi. Namun, ia memiliki kelemahan untuk suhu efektif. Jika ujung yang panas tidak jauh berbeda dengan suhu pada ujung yang dingin, maka efektivitas pendinginannya lambat, dikarenakan pergerakan gas panas dan cairan dingin di dalamnya juga lambat.

Watercooling

Lebih dahulu dikenal dibandingkan dengan heatpipe. Memiliki banyak kesamaan pada digunakannya cairan. Namun dengan cara kerja yang jauh berbeda. Terdiri dari tiga bagian utama. Water block adalah yang menempel langsung ke komponen dan menerima panas. Antar bagian dihubungkan dengan pipa fleksibel. Air menuju ke radiator untuk didinginkan melalui heatsink, beberapa dilengkapi dengan fan. Air yang sudah dingin kembali ditampung di reservoir, di mana di dalamnya juga terdapat water pump. Dari sini air yang sudah dingin didorong water pump kembali menuju water block.

Teknik pendinginan sebetulnya dapat dianalogikan dengan air cooling. Perbedaanya pada media pendingin yang digunakan, air cooling menggunakan udara sedang water cooling menggunakan air.

Kemampuan udara menerima energi, juga thermal conductivity membuatnya panas mampu dibawa dengan jarak yang lebih jauh. Ini memungkinkan air mampu memindahkan panas dari water block, yang menerima panas dari komponen, ke radiator yang bertugas mendinginkannya kembali.

Peltier Cooling/TEC

Nama lain pelitier cooling adalah thermoelectric cooler (TEC). Memanfaatkan thermocouple yang dialiri listrik sehingga menciptakan perbedaan suhu antara kedua sisi thermocouple tersebut.

Peltier Effect sendiri ditemukan pada tahun 1834, lebih dari 1 abad yang lalu oleh Jean Charles Athanase Peltier, ilmuwan berkebangsaan Perancis. Pada sisi yang dingin, suhu yang dihasilkan dapat sangat ekstrem, di bawah titik beku air. Sebuah tingkat pendinginan yang tidak dapat dicapai oleh cooling device yang lain.

Yang menjadi permasalahan adalah mendinginkan sisi panas dari peltier. Biasanya digunakan watercooling untuk mendinginkan sisi panas TEC ini.

Masalah berikutnya adalah kondensasi udara. Dinginnya sisi dingin peltier dapat menimbulkan es pada sisi dingin. Tidak menjadi masalah jika masih dalan wujud es, namun es yang mencair yang dapat menimbulkan masalah untuk komponen elektronik pada PC. Risiko terjadinya kondensasi ini menjadi bertambah besar jika diaplikasikan di tempat dengan kelembaban tinggi seperti di Indonesia ini. Solusinya dengan mengisolasi sisi yang dingin, dengan seal ataupun solusi sejenis.

Catuan daya pada pendingin TEC juga sebuah permasalahan tersendiri. Tanpa catuan daya yang memadai, Peltier Effect tidak akan terjadi. Diperlukan PSU dengan kemampuan yang memadai untuk dapat mewujudkan pendingin dengan TEC ini.

Perbandingan nilai konduktivitas.

Informasi Lebih LanjutSumber
Read more »
0 com

Distribusi Aplikasi

Joko Nurjadi

Hadiah tanpa pembungkus kado tidaklah lengkap. Demikian juga dengan aplikasi yang telah selesai Anda kerjakan, sudah seharusnya dibungkus dengan rapi agar siap didistribusikan kepada pengguna yang sudah tidak sabar menunggu aplikasi Anda.

Seperti juga produk lainnya, kemasan yang, baik sedikit banyak mencerminkan isinya. Jika kesan pertama sudah tidak menggoda, mungkin Anda akan kehilangan banyak kesempatan untuk memasarkan produk kepada pengguna, sekalipun produk Anda berkualitas tinggi.

Lebih jauh lagi, sebuah kemasan dapat memberikan ciri khas produk yang bersangkutan. Sebagai contoh, software pengolah gambar Adobe Photoshop selalu menampilkan gambar logo yang berlainan, tetapi dengan nuansa khas pada setiap versinya. Sehingga ciri khas masing-masing versi Adobe Photoshop tertanam pada pikiran penggunanya.

Mengemas Aplikasi

Langkah awal pendistribusian aplikasi Anda dimulai dengan mengemasnya menjadi sebuah paket software (software package). Sebuah paket software memuat seluruh file yang diperlukan untuk proses instalasi sehingga aplikasi dapat berjalan dengan baik pada komputer pengguna.

Bahkan jika aplikasi Anda termasuk cukup sederhana dan hanya terdiri dari satu file executable yang dapat langsung dijalankan, sebaiknya Anda tetap mengemasnya menjadi sebuah paket. Artinya, jangan langsung memberikan satu file executable kepada pengguna. Paling tidak Anda harus menyertakan informasi ataupun petunjuk mengenai aplikasi yang Anda distribusikan.

Untuk program yang sederhana, Anda cukup menuliskannya pada program text editor Anda. Lalu menyimpannya pada file text, untuk kemudian mengemas file aplikasi dan file pendukung tersebut pada sebuah file kompresi yang umum digunakan.

Dengan informasi yang jelas, paket Anda tidak akan dicurigai sebagai virus atau program perusak lainnya yang banyak berkeliaran dalam bentuk executable file. Karena itu, informasi yang Anda berikan juga harus jelas dan bertanggung jawab, mencantumkan nama dan kegunaan software, informasi tanggal, dan pembuat.

Program Bantu

Terdapat banyak program bantu untuk membuat sebuah paket software. Misalnya Microsoft menyediakan “Package & Deployment Wizard”, Jordan Russell membuat Inno Setup, dan sederet nama lainnya seperti InstallShield, SetupBuilder, CreateInstall, dan lain-lain.

Semua program bantu tersebut mengemas kumpulan file Anda menjadi paket software yang siap diinstal pada setiap komputer yang memerlukan, umumnya paket tersebut terdiri dari file setup atau file instalasi (contohnya setup.exe), disertai file-file kompresi. Paket software yang telah siap dapat didistribusikan melalui disket, flash disk, CD ROM, network, dan lain-lain.

Paket software akan melakukan instalasi aplikasi, melakukan registrasi komponenkomponen yang dibutuhkan, membuat menu aplikasi agar mudah diakses pengguna, dan mengizinkan aplikasi dan file-file yang berkaitan untuk di-uninstall.

Format Kompresi Paket

Paket software terdiri atas file yang dikompresi, terdapat banyak sekali format paket dan kompresi yang umum digunakan, sehingga Anda memiliki banyak pilihan untuk mengemas paket software Anda. Di antara pilihan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. *.MSI. Merupakan file kompresi platform Windows dari Windows Installer, saat ini merupakan standar format paket dari Microsoft Windows.
  2. *.DEB. Merupakan format paket distribusi dari Debian Package.
  3. *.RPM. Format paket software yang diciptakan oleh Red Hat. Saat ini juga digunakan pada banyak paket distribusi lainnya.
  4. *.CAB. CAB merupakan kependekan dari Cabinet, yang merupakan format kompresi awal Microsoft Windows, yang juga banyak digunakan oleh software Installer komersial seperti InstallShield, WISE, dan InstallAware.
  5. *.RAR. Salah satu format kompresi yang populer.
  6. *.ZIP. Kompresi yang telah umum digunakan pada Microsoft Windows. Sering pula ditemukan pada sistem Macintosh dan Unix.
  7. *.TAR. Atau dinamakan Tape Archive, sebuah format umum yang digunakan pada sistem Unix/Linux.
  8. *.TAR.GZ. Merupakan kombinasi kompresi TAR dengan skema kompresi file-based (umumnya gzip). Secara luas digunakan untuk distribusi file source dan binary pada platform Unix/Linux.
  9. *.JAR. Merupakan Java Archive. Tipe ini sebenarnya merupakan sedikit modifi kasi dari fomat ZIP.

Tampilan program Package & Deployment Wizard.

Tahapan Aktivitas

Terdapat beberapa tahapan aktivitas yang dilakukan oleh paket software:
  1. Release. Merupakan awal dari proses distribusi aplikasi, termasuk seluruh persiapan sistem bagi pengguna. Karena itu, kebutuhan pengguna harus ditentukan dan dikumpulkan terlebih dahulu. Operating system maupun software pendukung harus dipersiapkan dalam tahap ini, sebagai contoh jika Anda mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web, Anda harus menentukan platform yang digunakan, web server, database, dan komponen-komponen yang terkait. Kebutuhan hardware juga dapat menjadi suatu prasyarat, misalnya hardware barcode yang diperlukan untuk sistem aplikasi Point Of Sales, ataupun minimum kebutuhan spesifikasi komputer yang digunakan.
  2. Instal. Pemasangan aplikasi pada sisi pengguna, untuk memindahkan produk dari sisi pembuat (developer) ke sisi pengguna (customer), dengan berpatokan pada konfigurasi yang dibutuhkan sistem agar dapat digunakan oleh customer. Instalasi tidak terbatas pada satu komputer, tetapi bisa jadi pada suatu jaringan komputer jika diperlukan, sesuai dengan fungsinya masing-masing. Untuk suatu jaringan komputer yang besar, instalasi pada client dapat dilakukan secara remote. Pada saat instalasi, dapat terjadi proses pembuatan atau modifikasi dari:
a. File program shared dan non-shared. Beberapa paket software menggunakan file secara bersamaan (shared) dengan aplikasi lain ataupun file yang digunakan sendiri (non-shared).

b. Folder. Menciptakan folder khusus untuk menempatkan file-file program maupun data hasil dekompresi, umumnya telah disediakan folder default yang dapat diganti oleh pengguna pada saat instalasi.

c. Registry Windows. Khusus untuk platform Windows, informasi dapat disimpan pada registry.

d. File Konfigurasi. Digunakan untuk inisial konfigurasi, file konfigurasi pada umumnya merupakan file dengan format text ASCII.

e. Variabel Environment. Merupakan variabel yang mempengaruhi jalannya proses. Variabel environment yang dikenal pada platform Windows adalah %AppData%, %SystemDrive%, %SystemRoot%, %ProgramFiles%, dan lain-lain. Untuk platform Unix/Linux, beberapa variabel environment yang dikenal adalah $PATH, $HOME, $DISPLAY, dan lain-lain.

f. Shortcut. Merupakan sebuah file kecil yang berisi lokasi dari file sumber. Microsoft Windows menambahkan extension file *.lnk dan menampilkannya dengan icon default bertanda panah untuk menunjukkan shortcut. Pada saat instalasi, umumnya paket software dapat membuat shortcut pada menu Programs, desktop, maupun Quick Launch pada platform Microsoft Windows.

3. Activate. Pengaktifan komponen-komponen aplikasi agar dapat berjalan. Beberapa sistem aplikasi memerlukan license khusus untuk pengaktifan.

4. Deactivate. Kebalikan dari Activate, yaitu proses nonaktif komponen-komponen aplikasi.

5. Update. Merupakan aktivitas instalasi versi baru aplikasi. Update merupakan proses yang lebih sederhana dibandingkan dengan tahap Instal, karena komponen-komponen yang diperlukan telah tersedia pada saat instalasi kali pertama.

6. Adapt. Merupakan modifikasi sistem aplikasi yang telah diinstal. Perbedaannya dengan Update adalah proses adaptasi dilakukan dari sisi lokal, seperti mengubah environment pada sisi pengguna.

7. Uninstall. Proses kebalikan dari instalasi. Aktivitas ini menghapus sistem aplikasi yang tidak diperlukan lagi.

8. Retire. Sebuah sistem aplikasi yang telah ditandai sebagai produk yang telah dihentikan, termasuk support dari pembuatnya. Ini merupakan tahap akhir dari siklus aplikasi.

Hindari Hard Coding

Produk paket software merupakan produk istimewa dan memiliki perlakuan yang berbeda dibandingkan produk lain pada umumnya. Hal yang terutama adalah, sebuah paket software harus dirancang untuk terus berkembang dan tidak berhenti begitu saja setelah digunakan.

Karena itu, sebuah paket software harus memiliki kemudahan untuk beradaptasi dengan perubahan. Perubahan akan semakin mudah jika Anda menghindari penggunaan hard coding pada saat development aplikasi. Apakah hard coding itu?

Hard coding merupakan istilah untuk memberikan data langsung pada baris program atau object executable lainnya. Hard coding merupakan data yang langsung diketikkan dan ikut dikompilasi, tidak diambil dari sumber data eksternal.

Permasalahan utama datang jika data tersebut harus diubah atau mengalami perubahan format. Anda harus membongkar kembali kode program, mengubah data pada kode program, kemudian melakukan kompilasi dan distribusi ulang. Hal ini akan membuat distribusi aplikasi Anda tidak efektif dan tidak efisien.

Beberapa contoh kesalahan yang ditemui pada hard coding antara lain adalah:
  1. Konfigurasi Port. Hal ini ditemui saat Anda membuat aplikasi yang memerlukan konfigurasi port COM. Terdapat banyak kemungkinan port yang aktif, tetapi Anda menggunakan port COM1 untuk aplikasi Anda, dan menuliskannya secara hard coding. Saat komputer yang menggunakan aplikasi Anda tidak dapat lagi menggunakan COM1, entah dengan alasan port yang rusak, pergantian hardware, ataupun konflik penggunaan port, maka aplikasi Anda harus mengubah konfigurasi port COM1 yang digunakan menjadi port yang lain. Dapat dibayangkan repotnya jika Anda harus membongkar terlebih dahulu kode program Anda hanya untuk mengubah konfigurasi. Terutama karena Anda sebagai developer aplikasi yang harus melakukannya.
  2. Konfigurasi Header Report. Aplikasi yang cukup besar memiliki cukup banyak laporan. Dalam setiap laporan terdapat informasi header yang memuat nama perusahaan pengguna aplikasi, alamat, dan seterusnya. Tentu Anda mengetahui risikonya jika membuat laporan serupa untuk perusahaan lain, Anda harus mengganti headernya secara hard coding. Mungkin Anda berpikir hal tersebut sudah sewajarnya dilakukan jika aplikasi yang dibuat diperuntukkan untuk pengguna yang berbeda. Tetapi tidak perlu menunggu aplikasi digunakan oleh perusahaan lain untuk mengubah hard coding, karena Anda dapat saja diminta untuk mengganti header laporan saat pengguna bersangkutan melakukan perpindahan alamat, atau pergantian nama perusahaan.
  3. Konfigurasi Server. Membuat aplikasi client-server melibatkan jaringan komputer dan penggunaan secara multi-user. Melakukan konfigurasi server secara hard coding juga tidak disarankan. Pergantian server dapat terjadi sewaktuwaktu, bahkan terkadang memerlukan proses yang cepat di mana aplikasi Anda harus mampu beradaptasi dengan cepat pula. Server merupakan hal yang vital dan mempengaruhi proses operasional, mungkin pengguna aplikasi Anda memiliki server cadangan yang langsung dapat digunakan saat server utama mengalami masalah, tetapi hal tersebut tidak akan memecahkan masalah jika dari sisi aplikasi memerlukan perubahan hard coding yang memakan waktu relatif lama.
Bagaimana pencegahan atau solusi pengganti hard coding? Anda dapat menempatkan informasi yang dibutuhkan sebagai parameter dengan menyimpan informasi tersebut pada database ataupun file konfigurasi.

Jika Anda menyimpan informasi pada file konfigurasi yang pada umumnya berupa file text, pastikan tidak ada informasi yang bersifat rahasia seperti username atau password. Atau Anda dapat melakukan enkripsi data jika ingin menyimpan informasi yang bersifat konfidensial.

Penyimpanan parameter seperti profil perusahaan, konfi gurasi server, dan lain-lain pada database atau file konfigurasi mengijinkan pengguna untuk melakuka perubahan sendiri. Dengan demikian, aplikasi Anda memiliki tingkat fleksibilitas yang baik terhadap perubahan sistem yang terjadi.

Update Aplikasi

Proses update aplikasi merupakan salah satu proses yang berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan penggunaan aplikasi itu sendiri. Update aplikasi dapat berupa:
  1. Patch. Yaitu aplikasi untuk melakukan update atau perbaikan, ataupun memperbaiki kinerja aplikasi. Patch yang tidak dirancang dengan baik dapat mengakibatkan masalah yang baru. Pada awalnya patch memerlukan langkah-langkah yang cukup merepotkan, kesalahan dalam melakukan langkah tertentu dapat menyebabkan instalasi ulang aplikasi dan patch. Tetapi, saat ini instalasi patch pada umumnya telah dilakukan secara otomatis. Patch umumnya dapat di-download melalui Internet pembuat aplikasi yang bersangkutan. Walaupun berupa perbaikan kecil, ukuran patch dapat bervariasi antara beberapa kilo byte hingga ratusan mega byte. Terutama ukuran akan semakin besar jika terdapat data yang tidak termasuk program, misalnya seperti data grafik dan suara. Hal ini sering ditemui pada aplikasi game.
  2. Service Pack. Dalam skala yang lebih besar, perubahan-perubahan yang signifikan dikemas dalam sebuah paket yang dinamakan Service Pack. Istilah Service Pack awalnya digunakan oleh Microsoft dalam melakukan update produk Microsoft Windows NT, Windows 2000, hingga Windows XP. Bahkan tidak terbatas dengan produk operating system, Service Pack juga diterapkan untuk produk lain seperti Microsoft SQL Server, dan lain-lain.
  3. Software Package. Pada beberapa keluarga sistem Linux, update antarrilis dikemas dalam paket software yang baru dengan format yang sama sehingga dapat digunakan untuk melakukan update pada sistem yang telah ada, atau digunakan untuk instalasi sistem baru.
Hadirkan Sesuatu yang Baru

Jangan cepat puas jika aplikasi Anda tidak atau belum memiliki perbaikan berarti, atau tidak mendapat laporan bug dari pengguna. Justru hal ini dapat mendorong Anda untuk meluaskan penggunaan aplikasi Anda dengan menarik perhatian pengguna baru.

Salah satu yang mampu menggoda pengguna untuk menggunakan aplikasi Anda adalah dengan adanya fitur baru yang terus dikembangkan. Sebuah aplikasi yang canggih jika tidak berkembang, lambat laun akan ditinggalkan dan menjadi kenangan karena telah mencapai titik Retire.

Dengan menampilkan fitur baru, Anda juga menunjukkan support Anda terhadap produk dan pengguna. Dengan memiliki jadwal pengembangan tertentu pada produk software Anda, pengguna akan dapat melihat perkembangan software dan menunggu-nunggu “hadiah” yang akan Anda berikan pada rilis mendatang.

Easter Egg

Untuk menghilangkan stress dan sedikit hiburan, beberapa produk menampilkan fitur “Easter Egg” atau telur paskah, yaitu berupa game, animasi, efek suara, atau sesuatu yang menarik yang disembunyikan pada aplikasi dan hanya dapat diakses dengan shortcut atau cara tertentu seperti kombinasi keyboard dan klik mouse.

Cukup menarik untuk diketahui bahwa “Easter Egg” pertama yang diketahui ditemukan pada operating system Unix yang melakukan response “not war?” pada perintah “make love”. “Easter Egg” yang sering ditemukan merupakan daftar developer aplikasi. “Easter Egg” cukup menarik untuk menampilkan sisi lain aplikasi yang merupakan cermin kreativitas developer.

Informasi Lebih Lanjut
Sumber
Read more »
0 com

Komputer juga Butuh Penyegaran

Fadilla Mutiarawati

Tidak hanya manusia yang butuh penyegaran, komputer pun memerlukan hal yang sama agar dapat berfungsi kembali dengan maksimal.

Pernahkah Anda merasakan bahwa komputer Anda tidak lagi memiliki performa yang sama seperti ketika Anda kali pertama memilikinya? Jika ya, ini tandanya komputer membutuhkan penyegaran. Sebenarnya proses penyegaran tidaklah terlalu sulit, yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan waktu si pemilik komputer itu sendiri. Sedangkan, manfaat dari penyegaran ini tak lain adalah si empunya juga yang akan merasakan hasilnya.

Penyegaran yang dilakukan secara menyeluruh tidak hanya dapat mengembalikan performa komputer ke kondisi semula, melainkan juga dapat memperpanjang usia komputer tersebut. Oleh sebab itu, sangat tidak merugikan jika Anda melakukannya secara berkala. Waktu yang tepat untuk proses ini adalah setahun sekali. Namun jika Anda memang tidak merasa direpotkan dapat dilakukan enam bulan sekali. Sedangkan ada proses-proses tertentu yang juga dapat dilakukan secara insidensial, sesuai dengan kebutuhannya.

Peralatan yang Harus Disiapkan

Dalam proses penyegaran ada beberapa peralatan penting yang dibutuhkan. Peralatan ini melingkupi perangkat hardware dan software. Perangkat-perangkat ini adalah perangkat yang umum yang dapat Anda peroleh di berbagai toko komputer di sekitar kota Anda.

Perangkat-perangkat tersebut adalah:
  1. Obeng min dan plus. Selalu siap sedia obeng min dan plus yang berukuran kecil dengan batang yang panjang. Mengingat hampir semua komponen dalam komputer Anda membutuhkan baut sebagai perekat. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda selalu menyediakan obeng tersebut. Akan lebih baik lagi jika ujung obeng berupa besi berani, sehingga akan memudahkan Anda menggunakannya untuk jarak yang jauh di mana jari atau tangan Anda tidak dapat mencapai lubangnya.
  2. Baut plus yang kecil. Hanya sekadar persediaan, mungkin saja ada baut pada komputer Anda yang terlepas atau mungkin belum diberikan baut pengencangnya.
  3. Air blower. Umumnya air blower tersedia di toko kamera. Gunanya memang untuk meniupkan debu yang merekat pada peralatan. Hanya saja air blower ini kekuatannya tidaklah terlalu besar.
  4. Kuas. Anda juga dapat menggunakan kuas untuk membersihkan debu. Anda bebas memilih kuas. Namun sebaiknya, jangan yang terlalu kasar agar tidak merusak.
  5. Air compressor. Untuk membersihkan debu dengan kekuatan yang besar Anda dapat menggunakan air compressor seukuran tangan. Dan selalu lakukan penyemprotan di luar ruangan dengan menggunakan masker dan sapu tangan. Tentu Anda tidak mau udara kotor tersebut masuk ke wajah dan paru-paru Anda, bukan?
  6. Oli mekanik.
  7. Kain lembut/lensa.
  8. CD OS.
Anda dapat menambahkan aplikasi lain yang dapat dimanfaatkan, seperti antivirus atau disk utility lainnya.


Siapkan selalu obeng yang selalu dibutuhkan.


Anda dapat menggunakan brush untuk membersihkan debu pada mainboard.


Anda dapat mengunakan air blower untuk membersihkan debu di komputer.


Gunakan USB vasum cleaner hanya untuk bagian luar komputer Anda.

Membersihkan Komponen

Selain debu, masih ada kotoran lain yang dapat merusak komputer Anda, seperti bulu binatang dan asap rokok. Bila berakumulasi, kotoran-kotoran tersebut dapat membuat komputer Anda rusak. Oleh sebab itu, Anda harus membersihkannya secara berkala. Namun tidak semua bagian dalam komputer dapat dibersihkan dengan cara yang sama. Masing-masing komponen memiliki caranya sendiri untuk dibersihkan.

Kipas

Untuk membersihkan kipas, Anda harus terlebih dulu melepaskannya. Lalu bersihkan dulu debu yang merekat dengan air blower. Kemudian barulah melapnya dengan bantuan kain yang lembut. Perlu diingat agar jangan pernah sekalipun meniup kipas dengan bantuan air compressor, karena hal ini akan merusak kipas Anda-sebab kipas akan berputar dengan kecepatan yang tidak semestinya.

Setelah kipas bersih, Anda dapat menambahkan oli untuk memperlancar putarannya. Atau bila Anda merasa bahwa kipas telah menimbulkan bunyi berderit yang tidak diinginkan. Cara mengetahui kipas mana yang berderit, Anda dapat membuka casing komputer ketika komputer dijalankan. Lalu dengar dengan saksama.

Motherboard dan Kartu Tambahan

Jika ingin membersihkan kartu tambahan, cabut kartu dari slotnya, lalu bersihkan dengan menggunakan air compressor. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa pada kartu tersebut tidak terdapat komponen yang bergerak, seperti kipas pendingin. Dan jangan menggunakan lap atau kain, sebab hal ini dapat menyebabkan listrik statis yang dapat membahayakan komponen itu sendiri. Untuk membersihkan motherboard lakukan langkah yang sama, namun jangan lupa untuk terlebih dahulu melepas kipas CPU/processor.

Bagian Luar

Jangan hanya bagian dalam saja yang diperhatikan, bagian luar juga tidak boleh dilupakan. Misalnya layar monitor dan mouse. Untuk membersihkan layar monitor gunakanlah pembersih lensa, baik untuk monitor CRT ataupun LCD.

Jangan menggunakan bahan kain yang biasa, karena dapat membuat tanda baretan pada layar. Begitu juga dengan cairan pembersih, sebaiknya gunakan cairan pembersih khusus untuk membersihkan kaca. Agar kotoran dapat larut dan mudah dihapus.

Setelah membersihkan layar monitor, cobalah untuk membersihkan mouse Anda. Umumnya pada bagian dasar mouse akan tersisa kotoran yang menempel, yang terkadang membuat laju mouse tersendat.

Jika Anda tergolong masih pengguna mouse mekanik (menggunakan bola), buka tempat bola dan bersihkan roda-roda di dalamnya dengan menggunakan tangan atau dengan bantuan pinset. Hal ini untuk membuat laju bola mouse Anda kembali lancar dan tidak tersendat.

Jangan lupa juga untuk membersihkan keyboard Anda. Untuk keyboard Anda dapat menggunakan vacuum cleaner USB yang kini banyak tersedia di pasaran. Vacum cleaner ini memang tidak memiliki daya yang besar, namun ujungnya yang kecil cukup berguna untuk menghisap tempat yang sempit, seperti rongga-rongga keyboard. Sedangkan, bagian casing luar komputer dapat dibersihkan dengan lap biasa. Namun, sebelumnya semprotlah casing dengan cairan pembersih, sama halnya untuk casing monitor Anda.

Rapikan Kembali

Dalam satu kurun waktu mungkin Anda menambahkan lebih dari satu harddisk atau mungkin sempat mengganti CD-RW dengan DVD-RW. Terkadang proses ini membuat kabel-kabel dalam komputer menjadi berantakan. Sebenarnya hal ini dapat dianggap kurang baik karena bisa saja posisi kabel menghalangi perputaran udara sehingga ada baiknya kabel-kabekl tersebut disusun dengan rapi. Hal ini juga akan bermanfaat untuk Anda dalam membersihkan komputer nantinya. Untuk bantuan, Anda dapat menggunakan pengerat plastik yang banyak dijual di pasaran untuk merekatkan kabel. Atau Anda juga dapat menggunakan pipa kecil untuk mengelompokkan kabel-kabel. Setelah rapi susunan dalam komputer, tidak ada salahnya jika Anda juga merapikan lokasi PC berdiri. Pastikan agar lokasi tersebut bebas debu dan sebaiknya jangan diletakkan di atas lantai. Letakan komputer pada posisi yang lebih tinggi. Hal ini dilakuan untuk membuat PC agak lebih jauh dari jangkauan dari jangkauan debu dan binatang.

Rapikan Sistem Operasi

Setelah perangkat Anda bersih dan lingkungan sekitar komputer juga sudah bersih, saatnya untuk merapikan bagian software. Bagian software ini melingkupi operating system dan ruang harddisk. Dalam jangka waktu tertentu umumnya operating system akan mengalami sedikit pergeseran, akan ada beberapa file system yang akan mengalami korupsi. Untuk memperbaiki atau mengganti file-file system yang hilang itu, ada baiknya bila Anda memanfaatkan aplikasi-aplikasi perbaikan operating system yang telah banyak beredar. Salah satu contohnya adalah WinDoctor dari Norton.

Hilangnya beberapa file operating system dapat memberikan akibat yang kurang menyenangkan. Mulai dari lambannya kerja komputer sampai adanya beberapa fitur yang mandeg. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika proses penyegaran operating system ini dilakukan secara berkala, seiring Anda melakukan penyegaran untuk peranti kerasnya.

Namun jika belum ada setahun, komputer sudah memberikan tanda “linglung”, Anda dapat saja segera melakukan proses scanning operating system dan memperbaikinya tanpa harus menunggu.

Salah satu aspek yang juga perlu diperhatikan adalah apliaksi yang akif pada saat start up. Bila pada start up Anda mendapati adanya aplikasi aktif yang tidak dikenali, waspadalah. Bisa saja aplikasi tersebut berbahaya atau setidaknya memang bukan aplikasi penting. Jika tidak penting, sebaiknya tidak perlu diaktifkan pada saat Windows Loading. Misalnya Yahoo! Messenger atau MSN Messenger. Cara menonaktifkannya cukup ketik msconfig pada menu Start, Run. Lalu buka bagian Startup. Hapus tanda centang (_) pada aplikasi yang tidak penting tersebut lalu tekan Apply atau Ok.

Rapikan Harddisk

Rapikan juga harddisk Anda. Hal itu akan memberikan banyak manfaat. Di antaranya, harddisk dapat lebih cepat menemukan data. Dan banyak ruang harddisk yang tertata optimal sehingga data Anda akan mudah dibuka. Umumnya tindakan seperti menginstal atau meng-uninstall aplikasi dapat membuat penyusunan dalam harddisk tergganggu. Hal ini terkadang juga dapat membuat data sulit atau tidak dapat dibuka. Oleh sebab itu, Anda perlu merapikan susunan harddisk yang dikenal juga dengan sebutan Defrag. Opsi defrag terdapat dalam Start Menu, All Programs, Accessories, System Tools, dan Disk Defragmenter.

Hapuslah file-file yang tidak diperlukan lagi, termasuk file yang ada dalam ruang temporary. Cara mudah membersihkannya adalah dengan klik kanan pada ruang harddisk yang akan dibersihkan, lalu pilih Properties. Kemudian tekan tombol yang bertuliskan Disk Cleanup. Kemudian tentukan isi mana saja yang akan dibersihkan, setelah itu tekan tombol Ok.


Defrag Komputer secara rutin.

Bersihkan dari Virus


Membersihkan komputer dari virus sebaiknya memang dilakukan secara berkala. Sebab bisa saja ada virus yang tidak terdeteksi saat pertama hinggap di komputer Anda sehingga membutuhkan aksi sweeping. Sebelum scanning, sebaiknya Anda terlebih dulu meng-upgrade aplikasi antivirus dengan updater terbaru. Hal ini akan membuat komputer Anda terlindungi dari jenis-jenis virus baru yang bermunculan setelah aplikasi diinstal. Men-download updater umumnya dapat dilakukan secara online ataupun offline. Caranya tidak sulit, Anda cukup menjalankan fitur update yang hampir disediakan selalu secara cuma-cuma oleh perusahaan pembuat antivirus tersebut.

Selain membersihkan komputer dari virus, tidak ada salahnya juga jika komputer mengalami pembersihan dari adware atau spyware yang barangkali saja sudah bercokol dalam system Anda; yang tidak berhenti memakan banyak resource komputer tersebut. Untuk aplikasi scanner ini, Anda tidak perlu sulit-sulit mencarinya sebab kini sudah banyak aplikasi antivirus yang gratis (Internet maupun CD PC Media), selama aplikasi digunakan untuk
keperluan pribadi bukan kantor.

Informasi Lebih Lanjut
Sumber
Read more »